Siapa Saja yang Tak Boleh Diberi Vaksin Difteri?

Juni 30, 2019
Anak-anak dianjurkan untuk mendapatkan vaksin difteri. Tapi, ada beberapa kondisi yang membuat anak tak boleh diimunisasi difteri.

Vaksin Difteri tetap penting setelah ada wabah difteri di seluruh provinsi Indonesia pada 2018. Vaksin ini menjadi begitu penting karena paling ampuh untuk mencegah sakit dan kematian akibat difteri.

Difteri merupakan penyakit menular yang disebabkan oleh bakteri Corynebacterium diptheriae. Gejala difteri meliputi demam dan terkadang menggigil, kerongkongan sakit, suara parau, mual, muntah, sakit kepala, hidung berlendir dan kadang-kadang bercampur darah, serta dapat teraba adanya benjolan atau bengkak pada daerah leher.

Untuk mencegah penyakit ini perlu imunisasi difteri yang wajib diberikan untuk bayi dan anak Indonesia. Biasanya, anak diberikan 5 dosis pada usia 2, 4, 6, 15-18 bulan, dan saat masuk sekolah.

Meski begitu, tidak semua anak bisa diberikan vaksin difteri. Terkait hal ini, dr. Resthie Rachmanta Putri. M.Epid dari KlikDokter, menyebut bahwa ada dua kondisi utama yang membuat anak tidak boleh mendapatkan vaksin difteri, yakni:

Memiliki alergi berat pada komponen vaksin difteri

Apa yang dimaksud alergi berat adalah gejala alergi yang mengancam nyawa. Bisa berupa sesak napas berat, kesadaran terganggu, tekanan darah turun, dan denyut jantung tak beraturan.

Ensefalopati

Ini merupakan kondisi gangguan otak yang ditandai dengan kesadaran yang terganggu (bisa berupa gangguan kesadaran berupa mengantuk terus-menerus sampai koma) atau kejang yang berkepanjangan. Kondisi ini biasanya disebabkan oleh berbagai kondisi penyakit, seperti infeksi berat, diabetes, dan gangguan hati.

Kondisi ini sampai membuat anak tak boleh menerima vaksin difteri adalah jika ensefalopati terjadi dalam waktu kurang dari 7 hari dari vaksin difteri yang pernah dilakukan.

Hanya saja, kedua kondisi di atas jarang terjadi. Studi menemukan bahwa kejadian ensefalopati yang terkait dengan vaksin difteri di dunia hanya sebesar 0,1 persen. Sementara itu, kejadian alergi berat pada komponen vaksin lebih jarang lagi terjadi. Diperkirakan bahwa dari 1 juta anak, hanya ada 1 yang memiliki alergi berat terhadap komponen vaksin.

Di luar dua kondisi tersebut, anak-anak dianjurkan untuk mendapatkan vaksin difteri. Ini juga termasuk jika anak Anda memiliki alergi tertentu, seperti asma atau eksim.

Imunisasi difteri telah terbukti efektif dan aman dalam mencegah terjadinya difteri dengan tingkat proteksi sebesar 95 persen. Jadi, ingat, hanya dua kondisi di atas yang bisa membuat anak Anda tak boleh diberi vaksin difteri.

Perkenalkan, saya adalah admin dari website ini, jadi jika Anda ingin bekerjasama dengan website ini silahkan hubungi email ini. asysyafuq@gmail.com

Artikel Terkait

Previous
Next Post »