Metamorfosis Transportasi Jabodetabek

Januari 21, 2019
Jakarta merupakan Ibu kota negara kita adalah pusat pemerintahan dan pusat kegiatan bisnis. Tidak heran para perantau berbondong-bondong datang ke Jakarta untuk menguji peruntungan di kota metropolitan ini. 

Peningkatan jumlah penduduk dan pembangunan infrastruktur yang masif membuat Jakarta telah banyak bermetamorfosis, salah satunya pada transportasi umum. Sejak periode tahun 1980 ke akhir 1990-an jumlah kendaraan roda 4 dan 2 tidak sebanyak saat ini. Dulu yang eksis di jalanan ibukota adalah bus tingkat PPD, Bus Mayasaribakti, Kopaja, bemo dan mikrolet. Jalanan ibu kota pun saat itu masih lengang.  

Dulu, sangat umum terjadi,  ada pemberhentian “suka-suka supir” meskipun halte-halte telah disediakan. Dari soal waktu pun, menunggu hingga lama, yang datang bis yang penuh dan membuat senewen. Pengemudi mengangkut penumpang yang tidak memperkirakan ruang kendaraan yang tersedia di bis.  Kapasitas selalu berlebih. Bukan pemandangan aneh, penumpang bergelantungan di depan pintu yang membahayakan jiwanya. 

Supir bis juga  “nafsu” mengejar setoran harian tanpa memikirkan keselamatan. Ngebut dan ugal-ugalan jadi hal biasa.  Sayangnya, penumpang nyaris tidak punya pilihan.

Saat pertumbuhan jumlah kendaraan tidak sebanding dengan jumlah jalan, transportasi umum belum memadai ditambah lagi dengan sebagian masyarakat yang masih gengsi naik kendaraan umum, kita memang butuh sebuah terobosan transportasi. Harus diakui, selama dua tahun terakhir Pemerintah sudah banyak sekali melakukan pembaharuan, walaupun hasilnya belum bisa dikatakan optimal. 

Dulu, rute-rute bis yang disediakan hanya di beberapa jalan protokol ibukota saja, kini rute kian diperluas hingga menjangkau daerah pemukiman. Secara tidak langsung, lapangan pekerjaan baru pun makin terbuka. Jangan heran jika banyak pengemudi dan asisten Bus Transjakarta adalah wanita. 

Pernah naik Commuter Line Jabodetabek? Keliatan kan bedanya sekarang dengan 5 atau 10 tahun lalu?. Dari mulai kualitas kenyamanan di tiap armadanya, perluasan rute, penerapan pemisahan gerbong wanita/pria, penambahan stasiun perbehentian dan sistem pembayaran yang lebih efisien dan efektif. Sudah tidak ada lagi penumpang yang bergelantungan apalagi duduk di atas armada yang membahayakan jiwa.

Nah di tahun 2019 ini, MRT (Mass Rapid Transit) segera dapat dinikmati penduduk ibukota. Meski terkesan “terlambat” dibanding negara tetangga. Dua tahun ke depan akan banyak yang berubah dalam keseharian masyarakat Ibukota. Mungkin transportasi pribadi tidak lagi populer, mungkin kemacetan yang berkurang akan membuat ritme hidup kita pun berubah. 

Di sisi lain, kesiapan masyarakat juga perlu diantisipasi. Mulai dari sekarang membiasakan diri dengan transportasi cashless, belajar memelihara fasilitas umum dan lain-lain yang intinya menjadi social society seperti di negara maju.

Inovasi lainnya tidak hanya dalam pengadaan kendaraan namun juga sistem terapan bagi seluruh pelaku jalan. Sistem 3 in 1 yang dulu sempat populer, kini berganti dengan sistem ganjil genap. Tujuannya untuk mengontrol kuantitas kendaraan pribadi baik maupun transportasi online yang kian marak sebagai kegemaran masyarakat ibukota. 

Namun hal tersulit bukan pembenahan infrastruktur dan fasilitas tapi mengubah kebiasaan masyarakat berpindah ke kendaraan umum.  Biasa di zona nyaman dengan kendaraan pribadi, membuat kita malas mencoba naik kendaraan umum. 

Padahal, perkembangan transportasi di ibukota Jakarta sudah sangat meningkat pesat. Tahun 2029, Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek menargetkan ada 60% orang-orang di Jabodetabek menggunakan kendaraan umum sebagai sarana mobilisasi utama dan jarak tempuh maksimal dari seluruh titik Jabodetabek adalah 1,5 jam per satu kali perjalanan.

Alangkah baiknya kita mencoba membiasakan diri untuk menggunakan fasilitas transportasi yang disedikan. Bukan hanya untuk mengurangi kemacetan, agar tidak ada lagi istilah Jakarta kota juara macet dan semerawut, namun juga mendukung kota yang nyaman, udara bersih dan tentu saja produktivitas yang makin baik.

Yuk, naik kendaraan umum!

Perkenalkan, saya adalah admin dari websait ini, jadi jika Anda ingin bekerjassama dengan websait in silahkan hubungi email ini. asysyafuq@gmail.com

Artikel Terkait

Previous
Next Post »